PURWOKERTO—Sebagai wujud komitmen dalam peningkatan layanan ibadah kepada umat Islam, Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) “Budi Luhur” DPD LDII Kabupaten Banyumas terus berusaha meningkatkan kompetensi SDM penyelenggara haji dan umrah yang diadakan oleh Perguruan Tinggi Islam dan lembaga terkait lainnya.
Misalnya, sebanyak 3 pengurus KBIHU “Budi Luhur” yang juga kader LDII Banyumas yaitu H. Abdul Kholis, H. M. Arif Adha, dan H. Abdurohman Sambodo mengikuti Sertifikasi Pembimbing Haji dan Umrah yang diselenggarakan oleh Universitas Islam Negeri Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto bekerjasama dengan Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Banyumas.

Kegiatan yang akan dilaksanakan selama 6 hari, Senin–Sabtu (15–20 Desember 2025) di Elsotel Purwokerto tersebut diikuti oleh 80 peserta yang berasal dari berbagai daerah seperti Lampung, Malang, Wonosobo, Banjarnegara, Purbalingga, dan Kabupaten Banyumas yang merupakan daerah dengan peserta terbanyak.
Sertifikasi dibuka secara daring oleh Direktur Jenderal Bina Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Dr. Puji Raharjo, S.Ag., S.S., M.Hum., dari Kantor Kementerian Haji dan Umrah Jakarta. Hadir secara langsung di Lokasi kegiatan, Rektor UIN Saizu Purwokerto Prof. Dr. H. Ridwan, M.Ag., Kepala Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Banyumas Dr. H. Afifuddin Idrus, M.Pd.I., serta perwakilan dari berbagai KBIHU di Kabupaten Banyumas.
Dalam arahannya, Dr. Puji Raharjo menegaskan bahwa sertifikasi bukanlah formalitas, melainkan standarisasi kompetensi dan penjamin kualitas layanan ibadah haji dan umrah. Puji berharap seluruh peserta dapat mengikuti pelatihan dengan sungguh-sungguh dan berhasil lulus sertifikasi.
H. Jazair Mafaridik, S.E., M.Si., pengurus KBIHU “Budi Luhur” sekaligus Wakil Ketua DPD LDII Kabupaten Banyumas yang turut hadir pada pembukaan sertifikasi berharap melalui keikutsertaan dalam kegiatan semacam ini LDII Banyumas dapat menyiapkan pembimbing-pembimbing haji dan umrah yang profesional dan siap melayani warga LDII serta umat Islam pada umumnya dengan sebaik-baiknya. [jazair]
